Selamat Cerdas Kawan...!!!

Ayo kita bangun generasi Indonesia hebat..........

Wednesday, 12 November 2008

Lirik Lagu


Lagu Indonesia Raya (Versi Awal)



Indonesia Tanah Airkoe
Tanah Toempah Darahkoe
Disanalah Akoe Berdiri
Djadi Pandoe Iboekoe

Indonesia Kebangsaankoe
Bangsa dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe
Indonesia Bersatoe

Hidoeplah Tanahkoe
Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra'jatkoe Semw'wanja
Bangoenlah Jiwanja
Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja

Reff:
Indonesia Raja
Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negrikoe jang Koetjinta
Indonesia Raja
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raja

Indonesia Tanah jang Moelia
Tanah Kita jang Kaja
Di Sanalah Akoe Berdiri
Oentoek Slama-lamanja

Indonesia Tanah Poesaka
Poesaka Kita Semoeanja
Marilah Kita Mendo'a
Indonesia Bahagia

Soeboerlah Tanahnja
Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra'jatnja Sem'wanja
Sadarlah Hatinja
Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja

Back To Reff

Indonesia Tanah Jang Soetji
Tanah Kita Jang Sakti
Di Sanalah Akoe Berdiri
'Njaga Iboe Sedjati

Indonesia Tanah Berseri
Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji
Indonesia Abadi

Slamatlah Ra'jatnja
Slamatlah Poetranja
Poelaoenja, Laoetnja, Sem'wanja
Madjoelah Negrinja
Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja

Back To Reff

Tuesday, 11 November 2008

Tips Manajemen Waktu

MENATA WAKTU, MERAIH HIDUP LEBIH BERMAKNA

Siapapun kita, di manapun kita berada, pasti memiliki peranan yang membuat kita sibuk. Sebagai pekerja, ibu rumah tangga, atau pelajar/mahasiswa, pasti memiliki kesibukan. Selanjutnya muncul pertanyaan: sudah cukupkah waktu 24 jam sehari yang deiberikan pada kita? Apakah kita sering merasa kekurangan waktu? Pekerjaan apa saja yang telah menyita waktu kita? Betulkah kesibukan kita selama ini memang sesuai yang kita inginkan? Sudahkah hidup kita diisi dengan kesibukan yang berguna? Atau kita selalu terjebak dengan rutinitas?


Ketika jam weker berbunyi, kita harus segera bangun menyiapkan diri untuk berangkat sekolah/bekerja supaya tidak terlambat. Kita harus bekerja keras menyelesaikan tugas sebelum deadline. Kita harus menghafal sekian banyak pelajaran menjelang ujian. Bahkan kita harus kuliah, bekerja, menikah karena sudah tiba waktu untuk itu. Sebetulnya kalau kita dapat mengambil makna dari tiap detik yang kita lalui, kita dapat menyadari betapa berharganya waktu yang dianugerahkan kepada kita. Bahkan pengalaman pahit yang dilalui dapat menajdi pelajaran berharga bagi kita.

Supaya hidup kita lebih bermakna kita perlu menata waktu kita dengan baik dan efektif. Mengapa waktu perlu dikelola dengan baik? Jawabannya adalah: karena waktu adalah nikmat yang sangat berharga, sekaligus amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, sebagaimana dalam Hadits Nabi disebutkan bahwa salah satu perkara yang akan ditanyakan kepada manusia di hari kiamat adalah masa muda yang dilewati, dihabiskan untuk melakukan apa. Ada tiga kata kunci dalam menata waktu, yaitu: a goal – a plan – take action.

Kompas hidup (a goal)
Kompas adalah alat yang menunjukkan arah kehidupan kita mau dibawa ke mana. Kompas hidup kita arahkan sesuai dengan visi dan misi hidup kita, nilai-nilai yang kita yakini, dan hati nurani. Sebagai seorang Muslim, hidup kita ditujukan untuk mengabdi kepada Allah semata dengan menjalankan fungsi kekhalifahan di muka bumi, dengan demikian motivasi kita beraktivitas adalah mencari ridho Allah semata. Tujuan hidup jangka panjang ini selanjutnya dapat dibagi-bagi menjadi tujuan jangka pendek, msalnya target 5 tahun ke depan, target tahun ini, target per semester, target bulanan, mingguan, dan harian. Bidang target dapat lebih dari satu, misalnya target dalam studi, pekerjaan, spiritual, dan sebagainya.

Perencanaan kegiatan (a plan)
“If you fail to plan, you plan to fail.” Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya sebuah perencanaan.

1. Mengatur kegiatan
Kegiatan-kegiatan yang selama ini kita lakukan kita evaluasi mana kegiatan yang perlu kita tingkatkan karena sangat penting, mana kegiatan yang kita pertahankan, apakah ada kegiatan yang pelru ditambah, dan kegiatan apa yang perlu dibuang karena tidak bermanfaat. Apakah kita sering memboroskan waktu untuk nonton VCD?

2. Menentukan prioritas
Kegiatan-kegiatan yang telah kita seleksi, terkadang kita masih bingung mendahulukan kegiatan yang mana, misalnya: kita ingin kuliah, les bahasa asing, berorganisasi, belajar agama, olah raga, sekaligus bekerja paruh waktu. Jika kita ingin melakukan semuanya mungkin bisa tetapi tidak optimal., bahka kegiatan penting menjadi terabaikan. Oleh karena itu perlu menentukan kegiatan apa saja yang menjadi prioritas utama dan kegiatan pendukung yang juga perlu diberi jatah waktu sewajarnya.

Skala prioritas dibuat dengan cara mengurutkan jenis-jenis kegiatan dari yang paling penting hingga yang paling tidak penting. Menurut Covey (1994) ada 4 sifat kegiatan dilihat dari urgensinya:

  • Penting dan mendesak, misal: periksa ke dokter karena sakit yang tak tertahankan, situasi krisis
  • Penting namun tidak terlalu mendesak, misal: menyiapkan bahan mengajar bagi seorang dosen
  • Mendesak namun tidak terlalu penting, misal: menghadiri pertemuan
  • Tidak penting dan tidak mendesak, misal: menekuni hobi.

3. Membuat rencana yang realistis
Rencana yang realistis ini disesuaikan dengan kemampuan kita, karena rencana yang terlalu muluk-muluk dan idealis sering tidak bisa kita laksanakan secara konsekuen. Poin penting adalah kontinyuitas/keajegan dalam pelaksanaannya. Allah SWT juga menyukai amalan yang sedikit namun kontinyu daripada amalan banyak namun hanya sesekali. Misalkan kita ingin mencapai IPK di atas 3, maka kita merencanakan untuk belajar secara teratur, berapa jam sehari, kapan waktu yang terbaik, dan sebagainya.

4. Melaksanakan rencana secara fleksibel
Terkadang rencana yang sudah dibuat terganggu oleh hal-hal yang tidak terduga, misalnya nanti malam adalah jadual belajar, tetapi ternyata ada acara penting yang harus dihadiri. Jika memang acara itu penting dan tidak dapat dtunda, batalkan jadual belajar dan carilah waktu pengganti. Namun perlu diwaspadai, jangan suka mengubah rencana karena tergoda dengan hal-hal penting. Jika ada kegiatan di luar rencana yang ingin kita lakukan, aturlah waktu sehingga hal yang penting tetap dapat kita laksanakan.

5. Membuat agenda kegiatan
Perencanaan kegiatan dibuat secara sistematis, penuh perhitungan supaya detik-detik yang kita lalui tidak sia-sia. Rencana tersebut dapat ditulis dalam buku agenda, ditempel di dinding, atau disimpan di organizer. Idealnya, poin-poin yang tercakup dalam perencanaan kegiatan meliputi hal-hal berikut:
  • Jenis kegiatan: belajar, ibadah ritual, bekerja, istirahat, berkunjung, bersantai, dan lain-lain
  • Target kegiatan yang ingin dicapai, misal: menyelesaikan tugas dari dosen.
  • Lama kegiatan (waktu), misal: 2 jam (dari jam 19.00-21.00)
  • Manfaat kegiatan, misal: menambah ilmu, memenuhi hak orangtua.

Mempunyai jadual harian akan sangat membantu menata waktu, namun tidak semua orang dapat membuatnya secara detail. Palinmg tidka, kita hrus mencatat hal-hal penting di agenda harian, sehingga di pagi hari kita sudha tahu apa yang harus kita lakukan di pagi ahri itu dn bagaimana cara menyelesaikannya. Target jangka panjang akan tercapai jika kita mampu mendisiplin diri untuk menyelesaikan target-target harian.

6. Bertindak (take action)
Lakukan apa yang sudah direncanakan. Jika tidak, semua target dan rencana yang kita buat tidak punya arti apa-apa. Beberapa hal yang harus kita waspadai:

1. Pencuri waktu
Pencuri waktu adalah segala kegiatan yang secara sadar atau tidak sadar menyita waktu ketika sehinga terlewatkan dengan sia-sia tanpa ada manfaatnya, misal: begadang semalam suntuk hanya untuk nonton film di TV. Padahal perlu diingat bahwa sifat orang-orang beriman adalah meninggalkan perkara yang sia-sia.

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, ……. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS Al-Mu’minun: 1 dan 3).

2. Penyakit malas
Tanda-tanda malas dapat dilihat dari alasan yang kita buat untuk tidak melakukan kegiatan yang sudah direncanakan: “Saya lagi nggak mood”; “Waktunya nggak pas buat belajar”. Bila muncul tanda-tanda “godaan syaitan” segera mohon perlindungan Allah dari godaan syaitan dan rasa malas (al-Kasl) dan segera bangkit untuk beraktivitas.

1. Kebiasaan menunda pekerjaan
Menunda pekerjaan dengan alasan: “Besok masih ada waktu kok”; “Sebentar lagi ah”; “Ujiannya kan masih lama”. Perlu ditekankan pada diri sendiri “Kerjakan sekarang juga (do it now).”

2. Tidak mampu mendisiplin diri
Kalau sudah menonton televisi atau main game, lupa sholat lupa ngaji. Untuk mengatasinya kita juga perlu membuat hadiah dan hukuman sebagai upaya kontrol diri, misalnya kalau kita berhasil menyelesaikan tugas tepat waktu, kita boleh melakukan hobi kita, atau kalau nanti malam kita belum menyelesaikan target bacaan, besok kita tidak boleh menerima kunjungan teman meskipun hari libur.

3. Tidak berani berkata “tidak”
Kita sering merasa sungkan menolak ajakan teman untuk pergi jalan-jalan atau ngobrol ke sana kemari yang tidak ada juntrungnya, padahal seabrek tugas menungu untuk dikerjakan.

4. Mudah tergoda untuk berpindah ke kegiatan lain (tidak fokus pada kegiatan)
Jangan berpindah ke kegiatan lain sebelum kegiatan itu dikerjakan dengan tuntas, sebagaimana diperintahkan dalam QS Al-Insyiroh:7 yang artinya: “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”

Kemampuan manajemen waktu berkaitan erat dengan kebiasaan kita sehari-hari. Jika kita sudah terbiasa hidup tanpa planning, atau terbiasa menunda-nunda sesuatu, akan sangat sulit mendisiplin diri dengan jadual waktu yang terencana. Oleh karena itu harus ada kemauan yang keras dan keberanian untuk berubah. Selalu melakukan evaluasi (muhasabah) menjelang tidur malam supaya selalu ada perubahan ke arah yang lebih baik dari hari ke hari, sehingga kita tidak menjadi orang yang merugi dunia akhirat.

Tips Kuliah

TIPS KULIAH DI JOGJA AGAR SELAMAT DAN SUKSES…!

Oleh Mas Hatib


Selamat anda sudah masuk dunia perkuliahan. Namun bukan berarti anda akan sukses. Banyak bukti yang dulu SMA-nya biasa-biasa aja ketika kuliah malah jadi nge-TOP. Bahkan yang dulu di SMA nilainya JOZ ketika kuliah melempem. Tau tidak sebabnya? Yang jelas mereka yang anjlok di kuliahan ngak ngerti strategi yang jitu.


Kuliah itu gampang-gampang susah, terkadang asyik terkadang menyebalkan. Maksudnya kalau sudah menemukan jalannya semua lancar, namun kalau belum menemukan jalannya terasa sangat berat, bahkan celakanya bisa mundur di tengah jalan. Untuk itu saya ingin share ke pembaca sekalian bagaimana menemukan jalan atau resep agar kuliah kita lancar dan sukses, khususnya kuliah di Jogja.


Pertama, ketika menginjakkan kaki di Jogja ber-NIAT-lah. Berniatlah dengan ihlas bahwa anda ingin kuliah di Jogja. Berniatlah bahwa kuliah itu untuk meningkatkan kecerdasan, bukan untuk cari kerja. Nabi Muhammad juga menegaskan demikian, bahwa menuntut ilmu itu untuk mencerdaskan umat Islam. Bukan untuk cari kerja.

Kedua, tentukan pilihan kampus yang sesuai dengan kemampuan baik secara material maupun kapasitas. Kalau anda orang berduit, anda bisa seenaknya memilih kampus yang ngejreee…ng. Namun bukan jaminan kampus yang Megah mendidik mahasiswanya jadi cerdas. Ingat falsafah nelayan: "Laut yang tenang tidak akan mendidik nelayannya menjadi tangguh," so "Kampus yang tenang tidak akan mendidik mahasiswanya jadi cerdas." Kalau anda pas-pasan pilih kampus yang murah dan dinamikannya tinggi. Selain ngirit, ini menghindarkan anda dari perbuatan mencekik orang tua dengan tagihan-tagihan kuliah. Di Jogja banyak kampus murah dengan dinamika mahasiswa dan kampus yang bagus. Jadi jangan terjebak pada penampilan. Justru kampus yang serba wah malah jangan-jangan memanjakan mahasiswa.


Ketiga, belajarlah prihatin dan mandiri buang sifat kenak-kanakan sewaktu SMA. Sewaktu SMA mungki

n anda termasuk dari sekian anak yang serba enak. Uang jajan lebih, fasilitas ada, mau nyuci tinggal nyuruh pembantu dan lain sebagainya. Tinggalin itu semua, belajarlah prihatin. Hal ini penting untuk membentuk mental yang tangguh dan membangun kercerdasan survival.


Keempat, pilihlah tempat kos yang kondusif untuk belajar. Ada tempat kos yang disediakan mirip seperti asrama, tidak ada induk semangnya. Jumlahnya bisa sampai 20-an orang/kamar. Kalau kamu tipe orang yang ngak bisa belajar kalau ada keributan cari saja tempat kos yang sepi atau yang ada induk semangnya. Adanya induk semang setidaknya bisa mengontrol anda kalau anda lalai dari tugas belajar

.

Kelima, cari teman kost yang suka belajar. Siap-siaplah angkat koper dan pindah lokasi kalau anda mendapati teman-teman di kost anda suka berbuat negatif. Kalau Anda terlambat pindah, hati-hatilah tertular peny

akit hura-hura dan bakal terbengkalai kuliahnya.


Keenam, bergaulah dengan teman se-kelas yang pintar-pintar. Prinsip bergaul adalah mencari teman sebanyak-banyaknya, namun anda butuh skala prioritas untuk bergaul dengan teman yang urakan.


Ketujuh, hindari tradisi kuliah model 3-K: Kampus-Kos-Kantin. Kebanyakan mahasiswa rute kesehariannya tiga tempat itu. Kalau mau sukses perluas wilayah pergaulan, missal: kampus-kos-kantin-perpus-toko buku-seminar-taman pintar-warnet-dsb.


Kedelapan, perhatikan jadwal kuliah, tugas, dan jangan sampai membolos dan mencontek. Saya ngak perlu menegaskan anda sudah paham hal ini sejak SD samapai kapanpun mesti berlaku.


Kesembilan, rajin-rajinlah membaca dan ikut organisasi apapun. Kalau mau jujur anda di dunia perkuliahan akan banyak belajar dari dua hal ini. Ketika anda sudah jatuh cinta dengan dua hal ini, suatu saat anda akan mengatakan bahwa sesungguhnya dosenku itu tidak ada apa-apanya.


Kesepuluh, jangan malu-malu berkonsultasi jika anda mendapatkan masalah.