Selamat Cerdas Kawan...!!!

Ayo kita bangun generasi Indonesia hebat..........

Tuesday, 11 November 2008

Tips Manajemen Waktu

MENATA WAKTU, MERAIH HIDUP LEBIH BERMAKNA

Siapapun kita, di manapun kita berada, pasti memiliki peranan yang membuat kita sibuk. Sebagai pekerja, ibu rumah tangga, atau pelajar/mahasiswa, pasti memiliki kesibukan. Selanjutnya muncul pertanyaan: sudah cukupkah waktu 24 jam sehari yang deiberikan pada kita? Apakah kita sering merasa kekurangan waktu? Pekerjaan apa saja yang telah menyita waktu kita? Betulkah kesibukan kita selama ini memang sesuai yang kita inginkan? Sudahkah hidup kita diisi dengan kesibukan yang berguna? Atau kita selalu terjebak dengan rutinitas?


Ketika jam weker berbunyi, kita harus segera bangun menyiapkan diri untuk berangkat sekolah/bekerja supaya tidak terlambat. Kita harus bekerja keras menyelesaikan tugas sebelum deadline. Kita harus menghafal sekian banyak pelajaran menjelang ujian. Bahkan kita harus kuliah, bekerja, menikah karena sudah tiba waktu untuk itu. Sebetulnya kalau kita dapat mengambil makna dari tiap detik yang kita lalui, kita dapat menyadari betapa berharganya waktu yang dianugerahkan kepada kita. Bahkan pengalaman pahit yang dilalui dapat menajdi pelajaran berharga bagi kita.

Supaya hidup kita lebih bermakna kita perlu menata waktu kita dengan baik dan efektif. Mengapa waktu perlu dikelola dengan baik? Jawabannya adalah: karena waktu adalah nikmat yang sangat berharga, sekaligus amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, sebagaimana dalam Hadits Nabi disebutkan bahwa salah satu perkara yang akan ditanyakan kepada manusia di hari kiamat adalah masa muda yang dilewati, dihabiskan untuk melakukan apa. Ada tiga kata kunci dalam menata waktu, yaitu: a goal – a plan – take action.

Kompas hidup (a goal)
Kompas adalah alat yang menunjukkan arah kehidupan kita mau dibawa ke mana. Kompas hidup kita arahkan sesuai dengan visi dan misi hidup kita, nilai-nilai yang kita yakini, dan hati nurani. Sebagai seorang Muslim, hidup kita ditujukan untuk mengabdi kepada Allah semata dengan menjalankan fungsi kekhalifahan di muka bumi, dengan demikian motivasi kita beraktivitas adalah mencari ridho Allah semata. Tujuan hidup jangka panjang ini selanjutnya dapat dibagi-bagi menjadi tujuan jangka pendek, msalnya target 5 tahun ke depan, target tahun ini, target per semester, target bulanan, mingguan, dan harian. Bidang target dapat lebih dari satu, misalnya target dalam studi, pekerjaan, spiritual, dan sebagainya.

Perencanaan kegiatan (a plan)
“If you fail to plan, you plan to fail.” Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya sebuah perencanaan.

1. Mengatur kegiatan
Kegiatan-kegiatan yang selama ini kita lakukan kita evaluasi mana kegiatan yang perlu kita tingkatkan karena sangat penting, mana kegiatan yang kita pertahankan, apakah ada kegiatan yang pelru ditambah, dan kegiatan apa yang perlu dibuang karena tidak bermanfaat. Apakah kita sering memboroskan waktu untuk nonton VCD?

2. Menentukan prioritas
Kegiatan-kegiatan yang telah kita seleksi, terkadang kita masih bingung mendahulukan kegiatan yang mana, misalnya: kita ingin kuliah, les bahasa asing, berorganisasi, belajar agama, olah raga, sekaligus bekerja paruh waktu. Jika kita ingin melakukan semuanya mungkin bisa tetapi tidak optimal., bahka kegiatan penting menjadi terabaikan. Oleh karena itu perlu menentukan kegiatan apa saja yang menjadi prioritas utama dan kegiatan pendukung yang juga perlu diberi jatah waktu sewajarnya.

Skala prioritas dibuat dengan cara mengurutkan jenis-jenis kegiatan dari yang paling penting hingga yang paling tidak penting. Menurut Covey (1994) ada 4 sifat kegiatan dilihat dari urgensinya:

  • Penting dan mendesak, misal: periksa ke dokter karena sakit yang tak tertahankan, situasi krisis
  • Penting namun tidak terlalu mendesak, misal: menyiapkan bahan mengajar bagi seorang dosen
  • Mendesak namun tidak terlalu penting, misal: menghadiri pertemuan
  • Tidak penting dan tidak mendesak, misal: menekuni hobi.

3. Membuat rencana yang realistis
Rencana yang realistis ini disesuaikan dengan kemampuan kita, karena rencana yang terlalu muluk-muluk dan idealis sering tidak bisa kita laksanakan secara konsekuen. Poin penting adalah kontinyuitas/keajegan dalam pelaksanaannya. Allah SWT juga menyukai amalan yang sedikit namun kontinyu daripada amalan banyak namun hanya sesekali. Misalkan kita ingin mencapai IPK di atas 3, maka kita merencanakan untuk belajar secara teratur, berapa jam sehari, kapan waktu yang terbaik, dan sebagainya.

4. Melaksanakan rencana secara fleksibel
Terkadang rencana yang sudah dibuat terganggu oleh hal-hal yang tidak terduga, misalnya nanti malam adalah jadual belajar, tetapi ternyata ada acara penting yang harus dihadiri. Jika memang acara itu penting dan tidak dapat dtunda, batalkan jadual belajar dan carilah waktu pengganti. Namun perlu diwaspadai, jangan suka mengubah rencana karena tergoda dengan hal-hal penting. Jika ada kegiatan di luar rencana yang ingin kita lakukan, aturlah waktu sehingga hal yang penting tetap dapat kita laksanakan.

5. Membuat agenda kegiatan
Perencanaan kegiatan dibuat secara sistematis, penuh perhitungan supaya detik-detik yang kita lalui tidak sia-sia. Rencana tersebut dapat ditulis dalam buku agenda, ditempel di dinding, atau disimpan di organizer. Idealnya, poin-poin yang tercakup dalam perencanaan kegiatan meliputi hal-hal berikut:
  • Jenis kegiatan: belajar, ibadah ritual, bekerja, istirahat, berkunjung, bersantai, dan lain-lain
  • Target kegiatan yang ingin dicapai, misal: menyelesaikan tugas dari dosen.
  • Lama kegiatan (waktu), misal: 2 jam (dari jam 19.00-21.00)
  • Manfaat kegiatan, misal: menambah ilmu, memenuhi hak orangtua.

Mempunyai jadual harian akan sangat membantu menata waktu, namun tidak semua orang dapat membuatnya secara detail. Palinmg tidka, kita hrus mencatat hal-hal penting di agenda harian, sehingga di pagi hari kita sudha tahu apa yang harus kita lakukan di pagi ahri itu dn bagaimana cara menyelesaikannya. Target jangka panjang akan tercapai jika kita mampu mendisiplin diri untuk menyelesaikan target-target harian.

6. Bertindak (take action)
Lakukan apa yang sudah direncanakan. Jika tidak, semua target dan rencana yang kita buat tidak punya arti apa-apa. Beberapa hal yang harus kita waspadai:

1. Pencuri waktu
Pencuri waktu adalah segala kegiatan yang secara sadar atau tidak sadar menyita waktu ketika sehinga terlewatkan dengan sia-sia tanpa ada manfaatnya, misal: begadang semalam suntuk hanya untuk nonton film di TV. Padahal perlu diingat bahwa sifat orang-orang beriman adalah meninggalkan perkara yang sia-sia.

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, ……. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS Al-Mu’minun: 1 dan 3).

2. Penyakit malas
Tanda-tanda malas dapat dilihat dari alasan yang kita buat untuk tidak melakukan kegiatan yang sudah direncanakan: “Saya lagi nggak mood”; “Waktunya nggak pas buat belajar”. Bila muncul tanda-tanda “godaan syaitan” segera mohon perlindungan Allah dari godaan syaitan dan rasa malas (al-Kasl) dan segera bangkit untuk beraktivitas.

1. Kebiasaan menunda pekerjaan
Menunda pekerjaan dengan alasan: “Besok masih ada waktu kok”; “Sebentar lagi ah”; “Ujiannya kan masih lama”. Perlu ditekankan pada diri sendiri “Kerjakan sekarang juga (do it now).”

2. Tidak mampu mendisiplin diri
Kalau sudah menonton televisi atau main game, lupa sholat lupa ngaji. Untuk mengatasinya kita juga perlu membuat hadiah dan hukuman sebagai upaya kontrol diri, misalnya kalau kita berhasil menyelesaikan tugas tepat waktu, kita boleh melakukan hobi kita, atau kalau nanti malam kita belum menyelesaikan target bacaan, besok kita tidak boleh menerima kunjungan teman meskipun hari libur.

3. Tidak berani berkata “tidak”
Kita sering merasa sungkan menolak ajakan teman untuk pergi jalan-jalan atau ngobrol ke sana kemari yang tidak ada juntrungnya, padahal seabrek tugas menungu untuk dikerjakan.

4. Mudah tergoda untuk berpindah ke kegiatan lain (tidak fokus pada kegiatan)
Jangan berpindah ke kegiatan lain sebelum kegiatan itu dikerjakan dengan tuntas, sebagaimana diperintahkan dalam QS Al-Insyiroh:7 yang artinya: “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”

Kemampuan manajemen waktu berkaitan erat dengan kebiasaan kita sehari-hari. Jika kita sudah terbiasa hidup tanpa planning, atau terbiasa menunda-nunda sesuatu, akan sangat sulit mendisiplin diri dengan jadual waktu yang terencana. Oleh karena itu harus ada kemauan yang keras dan keberanian untuk berubah. Selalu melakukan evaluasi (muhasabah) menjelang tidur malam supaya selalu ada perubahan ke arah yang lebih baik dari hari ke hari, sehingga kita tidak menjadi orang yang merugi dunia akhirat.

No comments: